Jumat, 19 Oktober 2018

SISTEM PENILAIAN PROSES PEMBELAJARAN SAINS PADA SISWA


SISTEM PENILAIAN PROSES PEMBELAJARAN SAINS PADA SISWA
Proses penilaian adalah alat yang efektif  untuk mengkomunikasikan harapan  sistem pendidikan IPA untuk semua pihak yang terkait dengan pendidikan IPA. Praktek penilaian dan kebijakan memberikan definisi operasional  apa yang penting untuk dilakukan. Misalnya, penggunaan  dari proses penyelidikan/inquiri untuk penilaian  tugas siswa dari apa yang sedang dipelajari, bagaimana guru mengajar, dan dimana sumber daya  yang harus dialokasikan.
Penilaian adalah sistematis, proses tahapan yang melibatkan pengumpulan dan interpretasi data pendidikan. Standar penilaian meliputi empat komponen dapat dikombinasikan dalam berbagai cara. Misalnya, guru menggunakan data prestasi siswa untuk merencanakan dan memodifikasi praktik pengajaran. Berbagai kegunaan, pengguna, metode, dan data berkontribusi terhadap kompleksitas dan pentingnya penilaian proses.
Hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesikannya bahan pelajaran.
Keberhasilan pengajaran tidak hanya dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh siswa, tetapi juga dari segi prosesnya. Hasil belajar pada dasarnya merupakan akibat dari suatu proses belajar. Ini berarti optimalnya hasil belajar siswa tergantung pula pada proses belajar siswadan proses mengajar guru. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penilaian terhadap proses belajar-mengajar.
Penilaian merupakan tahapan penting dalam proses pembelajaran. Penilaian dalam pembelajaran sains dapat dimaknai sebagai membawa konten, proses sains dan sikap ilmiah secara bersama-sama. Penilaian dilakukan terutama untuk menilai kemajuan siswa dalam pencapaian keterampilan proses sains.
Menurut Smith dan Welliver, pelaksanaan penilaian keterampilan proses dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, diantaranya:
1.      Pretes dan postes.  Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun sekolah. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan kekuatan dan kelemahan dari masing-masing siswa dalam keterampilan yang telah diidentifikasi. Pada akhir tahun sekolah, guru melaksanakan tes kembali untuk mengetahui perkembangan skor siswa setelah mengikuti pembelajaran sains.
2.      Diagnostik. Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa pada awal tahun ajaran. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan pada bagian mana siswa memerlukan bantuan dengan keterampilan proses. Kemudian guru merencanakan pelajaran dan kegiatan laboratorium yang dirancang untuk mengatasi kekurangan siswa.
3.      Penempatan kelas. Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai salah satu kriteria dalam penempatan kelas. Misalnya, criteria untuk memasuki kelas akselerasi, kelas sains atau kelas unggulan.
4.      Pemilihan kompetisi siswa. Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses sains siswa sebagai kriteria utama dalam pemilihan siswa yang akan ikut dalam lomba-lomba sains. Jika siswa memiliki skor tes tinggi, maka dia akan dapat mengikuti lomba sains dengan baik.

Ruang lingkup penilaian proses dan hasil belajar adalah sebagai berikut.
1.   Sikap mencakup kebiasaan, motivasi, minat, bakat yang meliputi bagaimana sikap peserta didik terhadap guru,  mata pelajaran, orang tua, suasana sekolah, lingkungan, metode, media dan penilaian.
2. Pengetahuan dan Pemahaman peseta didik sudah mengetahui dan memahami tugas-tugasnya sebagai warga Negara, warga masyakat, warga sekolah, dan sebagainya
3. Kecerdasan meliputi apakah peserta didik samapi taraf tertentu sudah dapat memecahkan masalah-masaah yang di hadapi dalam pelajaran.
4.  Perkembangan jasmani meliputi apakah jasmani peserta didik sudah berkembang secara harmonis, apaka peserta didik sudah membiasakan diri hidup sehat
5. Keterampilan ini menjelaskan apakah peserta didik sudah terampil membaca, menulis dan menghitung, apakah peserta didik sudah terampil menggambar atau olahraga.

Sudjana (2005) mengutarakan tujuan penilaian hasil belajar sebagai berikut:
1.  Mendeskripsikan kecakapan belajar siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai mata pelajaran yang ditempuhnya.
2. Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, yakni seberapa efektifannya mampu mengubah tingkah laku siswa ke arah tujuan pendidikan.
3.   Menentukan tindak lanjut hasil penilaian, yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pengajaran serta sistem pelaksanaannya.
4.   Memberikan pertanggungjawaban (accountability) dari pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Kriteria penilaian hasil pembelajaran antara lain :
1. Dikembangkan dengan mengacu pada 3 aspek: pengetahuan, keterampilam dan sikap.
2. Menggunakan berbagai cara didasarkan pada tuntutan kompetensi dasar.
3. Mengacu pada tujuan dan fungsi penilaian (sumatif, formatif). Tujuan dan fungsi formatif: keputusan aspek apa yang masih harus diperbaiki dan aspek apa yang dianggap sudah memenuhi dari indikator penilaian. Tujuan dan fungsi sumatif: keputusan apakah siswa dianggap mampu menguasai kualitas yang dikehendaki oleh tujuan pembelajaran.
4. Mengacu kepada prinsip diferensiasi.
5. Tidak bersifat diskriminat.

Aspek Penilaian
Tujuan IPA adalah menguasai pengetahuan IPA, memahami dan menerapkan konsep IPA, menerapkan keterampilan proses, dan mengembangkan sikap. Tujuan penilaian ini sejalan dengan tiga ranah dalam kerangka kurikulum IPA seperti ditunjukkan di bawah:
1. Penilaian Pengetahuan, pemahaman dan penerapan konsep IPA
2. Penilaian Keterampilan dan Proses
3. Penilaiankarakter dan sikap (sikap ilmiah)
Penjelasan ketiga jenis penilaian tersebut di atas adalah sebagai berikut:     
1. Penilaian Pengetahuan, Pemahaman dan Penerapan Konsep IPA Penilaian pengetahuan IPA merupakan produk dari pembelajaran IPA. Penilaian ini bertujuan untuk melihat penguasaanpeserta didik terhadap fakta, konsep, prinsip, dan hukum-hukum dalam IPA dan penerapannya dalam kehidupan. Peserta didik diharapkan dapat menggunakan pemahamannya tersebut untuk membuat keputusan, berpartisipasi di masyarakat, dan menanggapi isu-isu lokal dan global.
2. Penilaian Keterampilan Proses Penilaian dilakukan tidak hanya terhadap produk, tetapi juga proses. Penilaian proses IPA dilakukan terhadap keterampilan proses IPA, meliputi keterampilan dasar IPA dan keterampilan terpadu tingkat awal. Keterampilan proses IPA dasar meliputi observasi, inferensi, melakukan pengukuran, menggunakan bilangan, klasifikasi, komunikasi, dan prediksi. Di samping itu, peserta didik mulai diperkenalkan dengan kemampuan melakukan percobaan sederhana dengan dua variabel atau lebih untuk menguji hipotesis tentang hubungan antar variabel. Peserta didik juga dilatih mengkomunikasikan hasil belajarnya melalui berbagai bentuk sepeti debat, diskusi, presentasi, tulisan, dan bentuk ekspresif lainnya. Dari berbagai keterampilan proses ilmiah, berikut adalah enam keterampilan dasar yang perlu dikuasai untuk peserta didik
 3 a. Observasi Penilaian keterampilan melakukan observasi dinilai pada saat melakukan observasi dalam rangka memperoleh data hasil penginderaan terhadap objek dan fenomena alam menggunakan panca indera. Informasi yang diperoleh menimbulkan rasa ingin tahu, pertanyaan, interpretasi, dan investigasi.
   b. Komunikasi Keterampilan berkomunikasi secara ilmiah menggunakan berbagai cara, seperti menggunakan grafik, carta, peta, simbol, diangram, rumus matematis, dan demonstrasi visual, baik secara tertulis maupun lisan.
   c. Klasifikasi Keterampilan melakukan klasifikasi diperlukan untuk mengelompokkan berbagai objek untuk mempermudah mempelajarinya, berdasarkan persamaan, perbedaan, dan saling keterkaitan obyek.
  d. Pengukuran Keterampilan melakukan pengukuran menggunakan alat ukur standar untuk melakukan observasi secara kuantitatif, membandingkan, dan mengklasifikasikan, serta mengkomunikasikannya secara efektif. Alat pengukuran meliputi penggaris, meteran, neraca, gelas ukur, termometer, pH meter, Higrometer, dan sebagainya.
  e. Inferensi Keterampilan melakukan interpretasi dan menjelaskan kejadian di sekitar kita. Kemampuan ini dibutuhkan antara lain untuk menyusun hipotesis. Interpretasi menghubungkan pengalaman lampau dengan apa yang sedang dilihat.
   f.  Prediksi Keterampilan melakukan prediksi ditentukan oleh observasi yang teliti dan inferensi untuk memprediksi apa yang akan terjadi untuk menentukan reaksi yang tepat terhadap lingkungan.
  g. Percobaan Sederhana Keterampilan melakukan percobaan diawali dengan kemampuan menyusun pertanyaan, mengidentifikasi variabel, mengemukakan hipotesis, mengidentifikasi variabel kontrol, membuat desain percobaan, melakukan percobaan, mengumpulkan data, dan interpretasi data.
            Dari uraian di atas, ada beberapa hal yang perlu dijadikan bahan diskusi:
1.      Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam proses penilaian?
2.      Kendala apa yang sering dihadapi seorang guru dalam proses penilaian siswa di kelas?
3.   Menurut pendapat anda, bagaimana tentang proses penilaian di kurikulum 2013 yang menuntut banyak jenis-jenis penilaian yang perlu kita lakukan?


REFERENSI

Sudjana, Nana. 1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosda Karya.


20 komentar:

  1. Assalamualaikum warohmatullah wabarokatu
    Saya akan menanggapi pertanyaan nomor 2
    Salah satu masalah atau kendala yang dihadapi oleh guru dalam melaksanakan penilaian otentik adalah keterbatasan guru dalam melakukan pemantauan terhadap aktivitas siswa
    Sehingga besar kemungkinan adanya aktivitas siswa yang tidak dinilai oleh guru

    BalasHapus
    Balasan
    1. walaikumsallam novrina, terimakasih atas tanggapannya, masalah keterbatasan guru dalam melaksanakan penilaian, saya rasa tidak semua guru mengalami hal tersebut. tergantung kepada gurunya

      Hapus
  2. Menambahkan tanggapan pertanyaan no 2 kendala yang dialami guru adalah banyaknya rubrik penilaian yg harus dibuat dan tidak semua guru mempunyai kemampuan menyusun rubrik penilaian yg sesuai kaidah.

    BalasHapus
  3. Assalamu alaikum, untuk soal nomor 1
    Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pebilaian adalah
    1. Diarahkan untuk ketercapaian KD dari KI 3 dan KI 4.
    2. Menggunakan acuan kriteria berdasarkan yang dilakukan siswa.
    3. Berkelanjutan.
    4. Sesuai dengan pengamalan belajar siswa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sependapat dengan saudari Humairah. Bahwa seharusnya penilaian harus di lakukan secara apektif. Psikomotor dan kognitif.yang disesuaikan dengan k13. Dimana 3 aspek tersebut satu kesatuan yg tidak bisa di pisahkan. Terima kasih

      Hapus
  4. Baik saudari kk reni, saya akan memberi gambaran sedikit ttg penilaian k13 sbb :
    Standar Nasional Pendidikan, penilaian pendidikan merupakan salah satu standar yang yang bertujuan untuk menjamin: perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian; pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif,efektif, efisien, dan sesuai dengan konteks sosial budaya; dan pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif.
    Penilaian hasil belajar mencakup seluruh aspek kompetensi, bersifat formatif dan hasilnya segera diikuti dengan pembelajaran remedial bagi yang belum tuntas untuk memastikan penguasaan kompetensi pada tingkat memuaskan. Perubahan pada penilaian mencakup: penilaian berbasis tes dan nontes (portofolio), cara menilai proses dan output dengan menggunakan penilaian autentik, dan rapor memuat penilaian kuantitatif tentang pengetahuan dan deskripsi kualitatif tentang sikap dan keterampilan .

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih atas tanggapan roni, ini sangat membantu

      Hapus
  5. Hal hal yg harus d oerhatikan dlm proses oenikaian adlh kriteria ketuntasan minimal sikap positif siswa dll.
    Terimakash

    BalasHapus
  6. Hal2 yang perlu di perhatikan dalam penilaianada banyak hala salah satunya yaitu dari ketiga aspek ....baik kongnitif afektip psikomotor itu harus di nilai

    BalasHapus
  7. saya akan menanggapi pertanyaan no 1
    hal-hal yang diperlukan dalam penilaian
    1. penilaian diarahkan untuk mengkukur pencapaian
    2. penilaian menggunakan kriteria acuan
    3. sistem yang direncanakan sistem penilaian
    4. hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut
    5. sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar

    BalasHapus
  8. Kendala yang sering dihadapi guru dalam proses penilaian dikelas saya sependapat dengan saudari bestia, banyak sekali rubrik penilaian yang dibebankan kepada guru. Materi yang padat, jumlah siswa yang banyak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sependapat dengan susanti karena tugas guru tak hanya membuat perangkat pembelajaran dan penilaian ttapi jg mengajar di kelas. Benar itu merupakan kendala yang dihadapi guru

      Hapus
  9. saya akan menanggapi pertanyaan no 2 tentang kendala yang dihadapi seorang guru dalam proses penilaian siswa di kelas yaitu sulitnya guru membuat format penilaian dan menilai siswa memiliki karakteristik yang berbeda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan saudari rahayu. Dalam proses penilaian guru memiliki kendala dalam membuat format penilaian.
      Dan kesulitan dalam menilai siswa dengan karakteristik yang bermacam2.

      Hapus
  10. Saya akan menanggapi permasalahan pertama.
    Jadi kita sudah menyiapkan dan memperhatikan KD apa saja yang ingin kita nilai, jadi ketika RPP di buat sudah di jelaskan apa saja yg dinilai dan sepperti apa bentuk penilaiannya

    BalasHapus
  11. Kendala yang di hadapi seorang guru saat evaluasi itu adalah banyaknya aspek yanh harus di selesaikan dan juga terkadang guru masih belum terlalu mengerti dalam pemberian evaluasi dari tiga aspek tersebut

    BalasHapus
  12. Sya akan menanggapi kendala yg dihadapi guru dlm proses penilaian didlm kels. Kendala nya yakni bnyaknya siswa didalam kls, kdng satu kls itu bisa smpai 30 siswa sehingga sulit untk guru menilai siswa satu per satu terutama dalam penilaian k13

    BalasHapus
  13. Kendala yang dihadapi guru dalam penilaian di kelas adalah kendala guru dalam menilai siswa/i tersebut secara keseluruhan

    BalasHapus
  14. Kendala guru jika memberika penilaian di kelas, dg mengingat begitu banyaknya siswa di kelas, kadang guru hanya bisa mengenali siswa yg paling pintar dan yg paling malas. Dan yg sesang sedang akan lebih sulit untuk menilai, bahkan kbanyakan guru lupa nama siswa nya sendiri dan itu membuat penilaian smakin sulit dan kemungkinan nilai yg diberi bisa tertukar.

    BalasHapus

Model Pembelajaran Quantum

MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM        Pada hakikatnya , pembelajaran adalah usaha sadar bagi seorang guru untuk membelajarkan peserta did...