SISTEM
PENILAIAN PROSES PEMBELAJARAN SAINS PADA SISWA
Proses penilaian adalah alat yang efektif untuk
mengkomunikasikan harapan sistem pendidikan IPA untuk semua pihak yang
terkait dengan pendidikan IPA. Praktek penilaian dan kebijakan memberikan
definisi operasional apa yang penting untuk dilakukan. Misalnya,
penggunaan dari proses penyelidikan/inquiri untuk penilaian tugas
siswa dari apa yang sedang dipelajari, bagaimana guru mengajar, dan dimana
sumber daya yang harus dialokasikan.
Penilaian adalah sistematis, proses tahapan yang
melibatkan pengumpulan dan interpretasi data pendidikan. Standar penilaian
meliputi empat komponen dapat dikombinasikan dalam berbagai cara. Misalnya,
guru menggunakan data prestasi siswa untuk merencanakan dan memodifikasi
praktik pengajaran. Berbagai kegunaan, pengguna, metode, dan data berkontribusi
terhadap kompleksitas dan pentingnya penilaian proses.
Hasil belajar merupakan hal yang dapat
dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa,
hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila
dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut
terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan
dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesikannya bahan pelajaran.
Keberhasilan
pengajaran tidak hanya dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh siswa,
tetapi juga dari segi prosesnya. Hasil belajar pada dasarnya merupakan akibat
dari suatu proses belajar. Ini berarti optimalnya hasil belajar siswa
tergantung pula pada proses belajar siswadan proses mengajar guru. Oleh sebab
itu, perlu dilakukan penilaian terhadap proses belajar-mengajar.
Penilaian merupakan tahapan penting dalam proses
pembelajaran. Penilaian dalam pembelajaran sains dapat dimaknai sebagai membawa
konten, proses sains dan sikap ilmiah secara bersama-sama. Penilaian dilakukan
terutama untuk menilai kemajuan siswa dalam pencapaian keterampilan proses
sains.
Menurut Smith dan Welliver,
pelaksanaan penilaian keterampilan proses dapat dilakukan dalam beberapa
bentuk, diantaranya:
1. Pretes dan postes. Guru melaksanakan penilaian
keterampilan proses sains siswa pada awal tahun sekolah. Penilaian ini
bertujuan untuk menentukan kekuatan dan kelemahan dari masing-masing siswa
dalam keterampilan yang telah diidentifikasi. Pada akhir tahun sekolah, guru
melaksanakan tes kembali untuk mengetahui perkembangan skor siswa setelah
mengikuti pembelajaran sains.
2. Diagnostik. Guru melaksanakan penilaian keterampilan proses
sains siswa pada awal tahun ajaran. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan
pada bagian mana siswa memerlukan bantuan dengan keterampilan proses. Kemudian
guru merencanakan pelajaran dan kegiatan laboratorium yang dirancang untuk
mengatasi kekurangan siswa.
3. Penempatan kelas. Guru melaksanakan penilaian keterampilan
proses sains siswa sebagai salah satu kriteria dalam penempatan kelas.
Misalnya, criteria untuk memasuki kelas akselerasi, kelas sains atau kelas
unggulan.
4. Pemilihan kompetisi siswa. Guru melaksanakan penilaian
keterampilan proses sains siswa sebagai kriteria utama dalam pemilihan siswa
yang akan ikut dalam lomba-lomba sains. Jika siswa memiliki skor tes tinggi,
maka dia akan dapat mengikuti lomba sains dengan baik.
Ruang
lingkup penilaian proses dan hasil belajar adalah sebagai berikut.
1.
Sikap mencakup kebiasaan, motivasi,
minat, bakat yang meliputi bagaimana sikap peserta didik terhadap
guru, mata pelajaran, orang tua, suasana sekolah, lingkungan,
metode, media dan penilaian.
2. Pengetahuan
dan Pemahaman peseta didik sudah mengetahui dan memahami tugas-tugasnya sebagai
warga Negara, warga masyakat, warga sekolah, dan sebagainya
3. Kecerdasan
meliputi apakah peserta didik samapi taraf tertentu sudah dapat memecahkan
masalah-masaah yang di hadapi dalam pelajaran.
4. Perkembangan
jasmani meliputi apakah jasmani peserta didik sudah berkembang secara harmonis,
apaka peserta didik sudah membiasakan diri hidup sehat
5. Keterampilan
ini menjelaskan apakah peserta didik sudah terampil membaca, menulis dan
menghitung, apakah peserta didik sudah terampil menggambar atau olahraga.
Sudjana
(2005) mengutarakan tujuan penilaian hasil belajar sebagai berikut:
1. Mendeskripsikan
kecakapan belajar siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam
berbagai mata pelajaran yang ditempuhnya.
2. Mengetahui
keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, yakni seberapa
efektifannya mampu mengubah tingkah laku siswa ke arah tujuan pendidikan.
3. Menentukan
tindak lanjut hasil penilaian, yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan
dalam hal program pendidikan dan pengajaran serta sistem pelaksanaannya.
4. Memberikan
pertanggungjawaban (accountability) dari pihak sekolah kepada
pihak-pihak yang berkepentingan.
Kriteria
penilaian hasil pembelajaran antara lain :
1. Dikembangkan
dengan mengacu pada 3 aspek: pengetahuan, keterampilam dan sikap.
2. Menggunakan
berbagai cara didasarkan pada tuntutan kompetensi dasar.
3. Mengacu
pada tujuan dan fungsi penilaian (sumatif, formatif). Tujuan dan fungsi
formatif: keputusan aspek apa yang masih harus diperbaiki dan aspek apa yang
dianggap sudah memenuhi dari indikator penilaian. Tujuan dan fungsi sumatif:
keputusan apakah siswa dianggap mampu menguasai kualitas yang dikehendaki oleh
tujuan pembelajaran.
4. Mengacu
kepada prinsip diferensiasi.
5. Tidak
bersifat diskriminat.
Aspek
Penilaian
Tujuan
IPA adalah menguasai pengetahuan IPA, memahami dan menerapkan konsep IPA,
menerapkan keterampilan proses, dan mengembangkan sikap. Tujuan penilaian ini
sejalan dengan tiga ranah dalam kerangka kurikulum IPA seperti ditunjukkan di
bawah:
1. Penilaian
Pengetahuan, pemahaman dan penerapan konsep IPA
2. Penilaian
Keterampilan dan Proses
3. Penilaiankarakter
dan sikap (sikap ilmiah)
Penjelasan
ketiga jenis penilaian tersebut di atas adalah sebagai berikut:
1.
Penilaian Pengetahuan, Pemahaman dan Penerapan Konsep IPA Penilaian pengetahuan
IPA merupakan produk dari pembelajaran IPA. Penilaian ini bertujuan untuk
melihat penguasaanpeserta didik terhadap fakta, konsep, prinsip, dan
hukum-hukum dalam IPA dan penerapannya dalam kehidupan. Peserta didik
diharapkan dapat menggunakan pemahamannya tersebut untuk membuat keputusan,
berpartisipasi di masyarakat, dan menanggapi isu-isu lokal dan global.
2.
Penilaian Keterampilan Proses Penilaian dilakukan tidak hanya terhadap produk,
tetapi juga proses. Penilaian proses IPA dilakukan terhadap keterampilan proses
IPA, meliputi keterampilan dasar IPA dan keterampilan terpadu tingkat awal.
Keterampilan proses IPA dasar meliputi observasi, inferensi, melakukan
pengukuran, menggunakan bilangan, klasifikasi, komunikasi, dan prediksi. Di
samping itu, peserta didik mulai diperkenalkan dengan kemampuan melakukan
percobaan sederhana dengan dua variabel atau lebih untuk menguji hipotesis
tentang hubungan antar variabel. Peserta didik juga dilatih mengkomunikasikan
hasil belajarnya melalui berbagai bentuk sepeti debat, diskusi, presentasi,
tulisan, dan bentuk ekspresif lainnya. Dari berbagai keterampilan proses
ilmiah, berikut adalah enam keterampilan dasar yang perlu dikuasai untuk
peserta didik
3 a. Observasi Penilaian keterampilan
melakukan observasi dinilai pada saat melakukan observasi dalam rangka
memperoleh data hasil penginderaan terhadap objek dan fenomena alam menggunakan
panca indera. Informasi yang diperoleh menimbulkan rasa ingin tahu, pertanyaan,
interpretasi, dan investigasi.
b.
Komunikasi Keterampilan berkomunikasi secara ilmiah menggunakan berbagai cara,
seperti menggunakan grafik, carta, peta, simbol, diangram, rumus matematis, dan
demonstrasi visual, baik secara tertulis maupun lisan.
c.
Klasifikasi Keterampilan melakukan klasifikasi diperlukan untuk mengelompokkan
berbagai objek untuk mempermudah mempelajarinya, berdasarkan persamaan,
perbedaan, dan saling keterkaitan obyek.
d.
Pengukuran Keterampilan melakukan pengukuran menggunakan alat ukur standar
untuk melakukan observasi secara kuantitatif, membandingkan, dan
mengklasifikasikan, serta mengkomunikasikannya secara efektif. Alat pengukuran
meliputi penggaris, meteran, neraca, gelas ukur, termometer, pH meter,
Higrometer, dan sebagainya.
e.
Inferensi Keterampilan melakukan interpretasi dan menjelaskan kejadian di
sekitar kita. Kemampuan ini dibutuhkan antara lain untuk menyusun hipotesis.
Interpretasi menghubungkan pengalaman lampau dengan apa yang sedang dilihat.
f.
Prediksi Keterampilan melakukan prediksi
ditentukan oleh observasi yang teliti dan inferensi untuk memprediksi apa yang
akan terjadi untuk menentukan reaksi yang tepat terhadap lingkungan.
g.
Percobaan Sederhana Keterampilan melakukan percobaan diawali dengan kemampuan
menyusun pertanyaan, mengidentifikasi variabel, mengemukakan hipotesis,
mengidentifikasi variabel kontrol, membuat desain percobaan, melakukan
percobaan, mengumpulkan data, dan interpretasi data.
Dari uraian di atas, ada beberapa hal yang perlu
dijadikan bahan diskusi:
1.
Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan
dalam proses penilaian?
2.
Kendala apa yang sering dihadapi seorang
guru dalam proses penilaian siswa di kelas?
3. Menurut pendapat anda, bagaimana tentang
proses penilaian di kurikulum 2013 yang menuntut banyak jenis-jenis penilaian
yang perlu kita lakukan?
REFERENSI
Sudjana, Nana. 1995.
Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Assalamualaikum warohmatullah wabarokatu
BalasHapusSaya akan menanggapi pertanyaan nomor 2
Salah satu masalah atau kendala yang dihadapi oleh guru dalam melaksanakan penilaian otentik adalah keterbatasan guru dalam melakukan pemantauan terhadap aktivitas siswa
Sehingga besar kemungkinan adanya aktivitas siswa yang tidak dinilai oleh guru
walaikumsallam novrina, terimakasih atas tanggapannya, masalah keterbatasan guru dalam melaksanakan penilaian, saya rasa tidak semua guru mengalami hal tersebut. tergantung kepada gurunya
HapusMenambahkan tanggapan pertanyaan no 2 kendala yang dialami guru adalah banyaknya rubrik penilaian yg harus dibuat dan tidak semua guru mempunyai kemampuan menyusun rubrik penilaian yg sesuai kaidah.
BalasHapusAssalamu alaikum, untuk soal nomor 1
BalasHapusHal-hal yang perlu diperhatikan dalam pebilaian adalah
1. Diarahkan untuk ketercapaian KD dari KI 3 dan KI 4.
2. Menggunakan acuan kriteria berdasarkan yang dilakukan siswa.
3. Berkelanjutan.
4. Sesuai dengan pengamalan belajar siswa
Sependapat dengan saudari Humairah. Bahwa seharusnya penilaian harus di lakukan secara apektif. Psikomotor dan kognitif.yang disesuaikan dengan k13. Dimana 3 aspek tersebut satu kesatuan yg tidak bisa di pisahkan. Terima kasih
HapusBaik saudari kk reni, saya akan memberi gambaran sedikit ttg penilaian k13 sbb :
BalasHapusStandar Nasional Pendidikan, penilaian pendidikan merupakan salah satu standar yang yang bertujuan untuk menjamin: perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian; pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif,efektif, efisien, dan sesuai dengan konteks sosial budaya; dan pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif.
Penilaian hasil belajar mencakup seluruh aspek kompetensi, bersifat formatif dan hasilnya segera diikuti dengan pembelajaran remedial bagi yang belum tuntas untuk memastikan penguasaan kompetensi pada tingkat memuaskan. Perubahan pada penilaian mencakup: penilaian berbasis tes dan nontes (portofolio), cara menilai proses dan output dengan menggunakan penilaian autentik, dan rapor memuat penilaian kuantitatif tentang pengetahuan dan deskripsi kualitatif tentang sikap dan keterampilan .
terimakasih atas tanggapan roni, ini sangat membantu
HapusHal hal yg harus d oerhatikan dlm proses oenikaian adlh kriteria ketuntasan minimal sikap positif siswa dll.
BalasHapusTerimakash
Hal2 yang perlu di perhatikan dalam penilaianada banyak hala salah satunya yaitu dari ketiga aspek ....baik kongnitif afektip psikomotor itu harus di nilai
BalasHapussaya akan menanggapi pertanyaan no 1
BalasHapushal-hal yang diperlukan dalam penilaian
1. penilaian diarahkan untuk mengkukur pencapaian
2. penilaian menggunakan kriteria acuan
3. sistem yang direncanakan sistem penilaian
4. hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut
5. sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar
Kendala yang sering dihadapi guru dalam proses penilaian dikelas saya sependapat dengan saudari bestia, banyak sekali rubrik penilaian yang dibebankan kepada guru. Materi yang padat, jumlah siswa yang banyak..
BalasHapusSependapat dengan susanti karena tugas guru tak hanya membuat perangkat pembelajaran dan penilaian ttapi jg mengajar di kelas. Benar itu merupakan kendala yang dihadapi guru
Hapussaya akan menanggapi pertanyaan no 2 tentang kendala yang dihadapi seorang guru dalam proses penilaian siswa di kelas yaitu sulitnya guru membuat format penilaian dan menilai siswa memiliki karakteristik yang berbeda
BalasHapusSaya setuju dengan saudari rahayu. Dalam proses penilaian guru memiliki kendala dalam membuat format penilaian.
HapusDan kesulitan dalam menilai siswa dengan karakteristik yang bermacam2.
Saya akan menanggapi permasalahan pertama.
BalasHapusJadi kita sudah menyiapkan dan memperhatikan KD apa saja yang ingin kita nilai, jadi ketika RPP di buat sudah di jelaskan apa saja yg dinilai dan sepperti apa bentuk penilaiannya
Kendala yang di hadapi seorang guru saat evaluasi itu adalah banyaknya aspek yanh harus di selesaikan dan juga terkadang guru masih belum terlalu mengerti dalam pemberian evaluasi dari tiga aspek tersebut
BalasHapusSya akan menanggapi kendala yg dihadapi guru dlm proses penilaian didlm kels. Kendala nya yakni bnyaknya siswa didalam kls, kdng satu kls itu bisa smpai 30 siswa sehingga sulit untk guru menilai siswa satu per satu terutama dalam penilaian k13
BalasHapusKendala yang dihadapi guru dalam penilaian di kelas adalah kendala guru dalam menilai siswa/i tersebut secara keseluruhan
BalasHapussetuju sekali
HapusKendala guru jika memberika penilaian di kelas, dg mengingat begitu banyaknya siswa di kelas, kadang guru hanya bisa mengenali siswa yg paling pintar dan yg paling malas. Dan yg sesang sedang akan lebih sulit untuk menilai, bahkan kbanyakan guru lupa nama siswa nya sendiri dan itu membuat penilaian smakin sulit dan kemungkinan nilai yg diberi bisa tertukar.
BalasHapus