MODEL-MODEL
PEMBELAJARAN KHUSUS SAINS
Model
mengajar dapat diartikan sebagai suatu rencana atau pola yang digunakan dalam
menyusun kurikulum, mengatur materi peserta didik, dan memberi petunjuk
kepada pengajar di kelas dalam setting pengajaran atau setting
lainnya. Model-model Pembelajaran merupakan sebuah kerangka teori sebuah
teori belajar. Guru yang profesional tidak hanya menguasai sejumlah materi
pembelajaran, tetapi juga terampil dalam menggunakan model-model pembelajaran
yang tepat dan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran serta situasi pada
saat materi pelajaran tersebut harus disajikan.
Berkaitan dengan cara atau metode apa
yang akan dipilih dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran, seorang guru harus
terlebih dahulu memahami berbagai pendekatan, strategi, teknik, dan model pembelajaran.
Pemahaman tentang hal ini akan memberikan tuntutan kepada guru untuk dapat
memilah, memilih, dan menetapkan dengan tepat metode pembelajaran yang akan
digunakan dalam pembelajaran.
Metode
pembelajaran adalah prosedur, urutan,langkah- langkah, dan cara yang digunakan
guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa metode
pembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan dapat
dijabarkan ke dalam berbagai metode pembelajaran. Dapat pula dikatakan bahwa
metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan. Dari
metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis di
kelas saat pembelajaran berlangsung. Teknik adalah cara kongkret yang dipakai
saat proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat berganti- ganti teknik
meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan
melalui berbagai teknik pembelajaran. Bungkus dari penerapan pendekatan,
metode, dan teknik pembelajaran tersebut dinamakan model pembelajaran.
Selain
itu, guru juga harus memilih model pembelajaran yang tepat agar pembelajaran
menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan peserta didik memiliki
pengalaman belajar sesuai dengan pendekatan saintifik seperti mengamati,
menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan.
Ditinjau
dari cara memadukan konsep, keterampilan, topik, dan unit tematisnya, menurut
seorang ahli yang bernama Robin Fogarty (1991) terdapat
sepuluh cara atau model dalam merencanakan pembelajaran terpadu yang khas dengan
pembelajaran sains, Kesepuluh cara atau model tersebut adalah: (1)
fragmented, (2) connected, (3) nested, (4) sequenced, (5) shared, (6) webbed,
(7) threaded, (8) integrated, (9) immersed, dan (10)
networked. Secara singkat kesepuluh cara atau model tersebut dapat
diuraikan sebagai berikut.
1. Model Penggalan (Fragmented)
Model
fragmented ditandai oleh ciri pemaduan yang hanya terbatas pada satu
mata pelajaran saja. Misalnya, dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia,
materi pembelajaran tentang menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dapat
dipadukan dalam materi pembelajaran keterampilan berbahasa. Dalam proses
pembelajarannya, butir-butir materi tersebut dilaksanakan secara terpisah-pisah
pada jam yang berbeda-beda.
Menurut
Padmono dalam bukunya Pembelajaran Terpadu melalui Kurikulum
Terpadu dalam Satu Disiplin Ilmu, mengatakan bahwa pembelajaran terpadu melalui
kurikulum terpadu fragmented terjadi jika seorang guru memiliki keinginan agar
siswa setelah menempuh pembelajaran satu kurun waktu tertentu memiliki
kemampuan atau kecakapan tertentu.Kelebihan pembelajaran model ini
adalah siswa menguasai secara penuh satu kemampuan tertentu untuk tiap mata
pelajaran, ia ahli dan terampil dalam bidang tertentu. Sedangkankekurangannya adalah
Ia belajar hanya pada tempat dan sumber belajar dan kurang mampu membuat
hubungan atau integrasi dengan konsep sejenis.
2. Model Keterhubungan (Connected)
Model
connected dilandasi oleh anggapan bahwa butir-butir pembelajaran dapat
dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu. Butir-butir pembelajaran
kosakata, struktur, membaca dan mengarang misalnya, dapat dipayungkan pada mata
pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penguasaan butir-butir pembelajaran
tersebut merupakan keutuhan dalam membentuk kemampuan berbahasa dan bersastra.
Hanya saja pembentukan pemahaman, keterampilan dan pengalaman secara utuh
tersebut tidak berlangsung secara otomatis. Karena itu, guru harus
menata butir-butir pembelajaran dan proses pembelajarannya secara terpadu.
Kelebihan yang
diperoleh dalam model connected ini adalah adanya hubungan antar ide-ide dalam
satu mata pelajaran, anak akan memperoleh gambaran yang lebih jelas dan luas
dari konsep yang dijelaskan dan siswa diberi kesempatan untuk melakukan
pedalaman, tinjauan, memperbaiki dan mengasimilasi gagasan secara
bertahap. Kekurangan dalam model ini, model ini belum
memberikan gambaran yang menyeluruh karena belum menggabungkan bidang-bidang
pengembangan/mata pelajaran lain.
3. Model Sarang (Nested)
Model
nested merupakan pemaduan berbagai bentuk penguasaan konsep
keterampilan melalui sebuah kegiatan pembelajaran. Misalnya, pada satuan
jam tertentu seorang guru memfokuskan kegiatan pembelajaran pada pemahaman tata
bentuk kata, makna kata, dan ungkapan dengan saran pembuahan keterampilan dalam
mengembangkan daya imajinasi, daya berpikir logis, menentukan ciri bentuk dan
makna kata-kata dalam puisi, membuat ungkapan dan menulis puisi. Pembelajaran
berbagai bentuk penguasaan konsep dan keterampilan tersebut keseluruhannya
tidak harus dirumuskan dalam tujuan pembelajaran.
Keterampilan
dalam mengembangkan daya imajinasi dan berpikir logis dalam hal ini disikapi
sebagai bentuk keterampilan yang tergarap saat siswa memakai kata-kata, membuat
ungkapan dan mengarang puisi. Penanda terkuasainya keterampilan tersebut dalam
hal ini ditunjukkan oleh kemampuan mereka dalam membuat ungkapan dan mengarang
puisi.
Kelebihan model
ini yaitu guru dapat memadukan beberapa keterampilan sekaligus dalam
pembelajaran satu mata pelajaran, memberikan perhatian pada berbagai bidang
penting dalam satu saat sehingga tidak memerlukan penambahan waktu dan guru
dapat memadukan kurikulum secara luas. Kekurangannya adalah
apabila taanpa perencanaan yang matang memadukan beberapa keterampilan yang
menjadi targget dalam suatu pembelajaran akan berdampak pada siswa dimana
prioritas pelajaran menjadi kabur.
4. Model Urutan/Rangkaian (Sequenced)
Model
sequenced merupakan model pemaduan topik-topik antar mata pelajaran
yang berbeda secara paralel. Isi cerita dalam roman sejarah misalnya, topik
pembahasannya secara paralel atau dalam jam yang sama dapat dipadukan dengan
ikhwal sejarah perjuangan bangsa, karakteristik kehidupan sosial masyarakat
pada periode tertentu maupun topik yang menyangkut perubahan makna kata.
Topik-topik tersebut dapat dipadukan pembelajarannya pada alokasi jam yang
sama.
Kelebihannya yaitu
dengan menyusun kembali urutan topik, bagian dari unit, guru dapat mengutamakan
prioritas kurikulum daripada hanya mengikuti urutan yang dibuat penulis dalam
buku teks, membantu siswa memahami isi pembelajaran dengan lebih kuat dan
bermakna. Sedangkan kekurangannya yaitu diperlukkan kolaborasi
berkelanjutan dan fleksibilitas semua orang yang terlibat dalam content
area dalam mengurutkan sesuai peristiwa terkini.
5. Model Bagian (Shared)
Model
shared merupakan bentuk pemaduan pembelajaran akibat adanya
“overlapping” konsep atau ide pada dua mata pelajaran atau lebih.
Butir-butir pembelajaran tentang kewarganegaraan dalam PPKN misalnya, dapat
bertumpang tindih dengan butir pembelajaran dalam Tata Negara, PSPB, dan
sebagainya.
Kelebihannya yaitu
lebih mudah dalam menggunakannya sebagai langkah awal maju secara penuh menuju
model terpadu yang mencakup empat disiplin ilmu, dengan menggabungkan disiplin
ilmu serupa yang saling tumpang tindih akan memungkinkan mempelajari konsep
yang lebih dalam. Sedangkan kekurangannya yaitu model
integrasi antar dua disiplin ilmu memerlukan komitmen pasangan untuk
bekerjasama dalam fase awal, untuk menemukan konsep kurikula yang tumpang
tindih secara nyata diperlukan dialog dan percakapan yang mendalam.
6. Model Jaring Laba-laba (Webbed)
Selanjutnya,
model yang paling populer adalah model webbed. Model ini bertolak dari
pendekatan tematis sebagai pemadu bahan dan kegiatan pembelajaran.
Dalam hubungan ini tema dapat mengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata
pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran.
Kelebihan pendekatan
jaring laba-laba untuk mengintegrasikan kurikulum adalah faktor motivasi
sebagai hasil bentuk seleksi tema yang menarik perhatian paling besar, faktor
motivasi siswa juga dapat berkembang karena adanya pemilihan tema yang
didasarkan pada minat siswa. Sedangkan kekurangan model ini
adalah banyak guru sulit memilih tema. Mereka cenderung menyediakan tema yang
dangkal sehingga kurang bermanfaat bagi siswa, dan guru seringkali terfokus
pada kegiatan sehingga materi atau konsep menjadi terabaikan.
7. Model Galur/ benang(Threaded)
Model
threaded merupakan model pemaduan bentuk keterampilan misalnya,
melakukan prediksi dan estimasi dalam matematika, ramalan terhadap
kejadian-kejadian, antisipasi terhadap cerita dalam novel, dan sebagainya.
Bentuk threaded ini berfokus pada apa yang diesbut meta-curriculum.
Kelebihan dari
model ini antara lain: konsep berputar sekitar metakurikulum yang menekankan
pada perilaku metakognitif; materi untuk tiap mata pelajaran tetap murni, dan
siswa dapat belajar bagaimana seharusnya belajar di masa yang akan datang
sesuai dengan laju perkembangan era globalisasi. Sedangkan kekurangan yaitu
hubungan isi antar materi pelajaran tidak terlalu ditunjukkan sehingga secara
eksplisit siswa kurang dapat memahami keterkaitan konten antara mata pelajaran
satu dengan yang lainnya.
8. Model Keterpaduan (Integrated)
Model
integrated merupakan pemaduan sejumlah topik dari mata pelajaran yang
berbeda, tetapi esensinya sama dalam sebuah topik tertentu. Topik evidensi
yang semula terdapat dalam mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia,
Pengetahuan Alam, dan Pengetahuan Sosial, agar tidak membuat muatan kurikulum
berlebihan cukup diletakkan dalam mata pelajaran tertentu, misalnya Pengetahuan
Alam. Contoh lain, dalam teks membaca yang merupakan bagian mata pelajaran.
Bahasa
Indonesia, dapat dimasukkan butir pembelajaran yang dapat dihubungkan dengan
Matematika, Pengetahuan Alam, dan sebagainya. Dalam hal ini diperlukan penataan
area isi bacaan yang lengkap sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan
berbagai butir pembelajaran dari berbagai mata pelajaran yang berbeda tersebut.
Ditinjau dari penerapannya, model ini sangat baik dikembangkan di SD.
Kelebihan dari
model ini yaitu siswa saling mengaitkan, saling menghubungkan diantara
macam-macam bagian dari mata pelajaran. Keterpaduan secara sukses
diimplementasikan, pendekatan belajar yang lingkungan belajar yang ideal untuk
hari terpadu (integrated day) secara eksternal dan untuk keterpaduan
belajar untuk fokus internal. Selain itu model ini juga mendorong motivasi
murid. Sedangkan kekurangan yaitu model ini sulit dilaksanakan
secara penuh; membutuhkan keterampilan tinggi,percaya diri dalam prioritas
konsep, keterampilan dan sikap yang menembus secara urut dari mata pelajaran;
dan membutuhkan model tim ahli pada bidang dan merencanakan dan mengajar
bersama.
9. Model Celupan/Terbenam (Immersed)
Model
immersed dirancang untuk membantu siswa dalam menyaring dan memadukan berbagai
pengalaman dan pengetahuan dihubungkan dengan medan pemakaiannya. Dalam hal
ini tukar pengalaman dan pemanfaatan pengalaman sangat
diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.
Kelebihan dari
model ini adalah setiap siswa mempunyai ketertarikan mata pelajaran yang
berbeda maka secara tidak langsung siswa yang lain akan belajar dari siswa
lainnya. Mereka terpacu untuk dapat menghubungkan mata pelajaran yang satu
dengan yang lainnya. Sedangkan kekurangan dari model ini
adalah siswa yang tidak senang membaca akan mendapat kesulitan untuk
mengerjakan proyek ini, sehingga siswa menjadi kehilangan minat belajar.
10. Model Jaringan (Networked)
Terakhir,
model networked merupakan model pemaduan pembelajaran yang mengandaikan kemungkinan
pengubahan konsepsi, bentuk pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk
keterampilan baru setelah siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi,
kondisi, maupun konteks yang berbeda-beda. Belajar disikapi sebagai proses yang
berlangsung secara terus-menerus karena adanya hubungan timbal balik antara
pemahaman dan kenyataan yang dihadapi siswa. Kelebihan dari
model ini adalah siswa memperluas wawasan pengetahuan pada satu atau dua mata
pelajaran secara mendalam dan sempit sasarannya. Sedangkan kekurangannya adalah
kemungkinan motivasi siswa akan berubah kedalaman materi pelajaran menjadi
dangkal secara tidak sengaja karena mendapat hambatan dalam mencari
sumber.
Dari uraian di atas, ada beberapa
hal yang akan di jadikan bahan diskusi:
1.
Model pembelajaran apa yang paling
sesuai digunakan pada kurikulum 2013?
2. Jika anda seorang guru, model apa
saja yang telah anda terapkan di kegiatan pembelajaran, bagaimana dalam
prakteknya?
3. Jika anda menggunakan salah satu
model pembelajaran di atas, masing-masing model pembelajaran memiliki
kelemahan/ kekurangan, bagaimana cara anda mengatasinya?
REFERENSI:
Robin Fogarty.
1991. How to Integrate the Curricula. Illinois: Skylight Publishing
assalamualaikum, artikel yang sangat menarik untuk didiskusikan
BalasHapussaya akan mencoba membahas point satu. model pembelajaran yang paling sesuai untuk pembelajaran kurikulum 2013 adalah model yang sintaksnya sesuai dengan metode scientifik.
karena pembelajaran kurikulum 2013 menggunakan pendekatan ilmiah dan mengembangkan keterampilan proses ilmiah.
tiga model yang direkomendasikan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan adalah PBL, Discovery/ Inkuiry learning, dan PjBL
terimakasih atas tanggapannya
HapusSalam edukasi reni...
BalasHapusBlog ini sangat bermanfaaat buat saya sebagai seorang pendidik yg mengampu mata pelajaran terpadu...
Sedikit berbagi, semua model terpadu ini baik diterapkan utk kurikulum 2013. Semakin banyak keterpaduan antar mata pelajaran maupun antar materi,maka model pembelajaran akan semakin baik
Terima kasih reni...
Ditunggu blog selanjutnya
Assalamu alaikum, artikel yang menarik, saya akan mencoba membahas nomor 3, untuk mengatasi berbagai kendala dalam pembelajaran, sebagai guru harus memilih model pembeljaran yang tepat dan sesuai dengan materi ajar. Untuk meminimalisir kelemahan model pebelajaran maka bisa dilakukan inovasi pada model tersebut.
BalasHapusmenurut saya semua model pembelajaran terpadu ini baik diterapkan untuk kurikulum 2013. Semakin banyak keterpaduannya maka akan semakin bermakna pembelajarannya
BalasHapusmasing-masing model pembelajaran memiliki kelemahan/ kekurangan, cara mengatasinya adalah guru boleh saja menginovasikan atau memodifikasi model embelajaran yang ada sesusai dengan versi guru itu sendiri,
BalasHapusmodifikasi dan inovasi ini bertujuan untuk melengkapi atau menutupi kekeurangan setiap model pembelajara agar dapat menunjang proses pemebelajarn dengan baik
Saya sependaoat dgn bok wendra.yaitu menginovasi dan atau memodifikasi model model yg seauai dgn materi pelajaran agar terciotanya pembelajaran yg maksimal
BalasHapusTerimaksih
model yang sesuai dengan kurikulum k13 adalah model keterpaduan karena model integred atau model keterpaduan merupakan pepaduan pembelajaran akibat adanya konsep atau ide pada dua mata pelajaran.
BalasHapusArtikel yang sangat menarik. Saya akan menanggapi pertanyaan no 1.model pembelajaran apa yang paling sesuai digunakan pada kurikulum 2013? Semua model pembelajaran sains sesuai ya. Tinggal guru lagi bagaimana cara mengkomninasakannya dan di sesuaikan dengan materi pelajaran. Terima kasih
BalasHapussaya akan menanggapi pertanyaan no 1 tentang Model pembelajaran yang paling sesuai digunakan pada kurikulum 2013 tergantung dengan materi yang diajarkan dan jenjang pendidikan.
BalasHapusSya sependapat dng saudara wendra yg mengatakan memodifikasi model pembelajaran sesuai dengan versi guru tujuan dilakukan nya modifikasi agar siswa tdk jenuh dng kbm yg biasanya dilakukan dan diharapkan siswa lebih mudah memahami materi yg disampaikan. Trimaksh.
BalasHapusPada no.1 .. model yg ssuai dengan khusus sains sudah dipaparkan oleh sdri kak reni . Jadi smua model itu cocok untuk dilaksanakan pada pembelajaran khusus sains. Hanya saja masih banyak guru yg belum melaksanakan model ini.
BalasHapus