Rabu, 19 September 2018

PEMBELAJARAN ABAD 21

PEMBELAJARAN ABAD 21

Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang mempersiapkan generasi abad 21 dimana kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berkembang begitu cepat memiliki pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan termasuk pada proses belajar mengajar. Salah satu contoh kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki pengaruh terhadap proses pembelajaran ialah peserta didik diberi kesempatan dan dituntut untuk mampu mengembangkan kecakapannya dalam menguasai teknologi informasi dan komunikasi – khususnya komputer, sehingga peserta didik memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi pada proses pembelajaran yang bertujuan untuk mencapai kecakapan berpikir dan belajar peserta didik.
Selain itu, sistem pembelajaran abad 21 merupakan suatu peralihan pembelajaran dimana kurikulum yang dikembangkan saat ini menuntut sekolah untuk merubah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pendidik (teacher-centered learning) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning). Hal ini sesuai dengan tuntutan dunia masa depan dimana peserta didik harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar. Kecakapan-kecakapan tersebut diantaranya adalah kecakapan memecahkan masalah (problem solving), berpikir kritis, kolaborasi, dan kecakapan berkomunikasi. Semua kecakapan ini bisa dimiliki oleh peserta didik apabila pendidik mampu mengembangkan rencana pembelajaran yang berisi kegiatan-kegiatan yang menantang peserta didik untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah. Kegiatan yang mendorong peserta didik untuk bekerja sama dan berkomunikasi harus tampak dalam setiap rencana pembelajaran yang dibuatnya.
Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik berbeda dengan pembelajaran yang berpusat pada pendidik, Pada kurikulum 2013 diharapkan dapat diimplementasikan pembelajaran abad 21. Hal ini untuk menyikapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif, berikut karakter pembelajaran abad 21 yang sering disebut sebagai 4 C, yaitu: Communication (Komunikasi), Collaboration (Kerjasama), Critical Thinking and Problem Solving (Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah), Creativity and Innovation (Daya cipta dan Inovasi).
Hidayat  & Pat ras 3  menjelaskan  kebutuhan pendidikan  abad 21 menurut Patrick Slattery  dalam bukunya yang berjudul “Curriculum  Development  In The  Postmodern” yaitu pendidikan yang berdasarkan pada beberapa  konsep berikut:
1.      Pendidikan harus diarahkan pada perubahan sosial, pemberdayaan komunitas, pembebasan pikiran, tubuh dan spirit (mengacu pada konsep yang dikembangkan oleh Dorothy}
2.      Pendidikan harus berlandaskan pada 7 hal utama (mengacu pada konsep yang dikembangkan oleh Thich Nhat Hanh}, yaitu tidak terikat pada teori, ideology, dan agama; jangan berpikir sempit bahwa pengetahuan yang dimiliki adalah yang paling bena r; tidak memaksakan kehendak pada orang lain baik dengan kekuasaan, ancaman, propaganda maupun pendidik an; peduli terhadap sesame; jangan memelihara kebencian dan amarah; jangan kehilangan jatidiri; jangan bekerja di tempat yang menghancurkan manusia dan alam.
3.      Konteks pembelajaran, pengembangan kurikulm dan penelitian diterapkan sebagai kesempatan untuk menghubungkan siswa dengan alam semesta (mengacu pada konsep yang dikembangkan oleh David Ort)
4.      Membuat guru merasa sejahtera dalam kegiatan pembelajaran (mengacu pada konsep yang dikembangkan oleh Dietrich Bonhoeffer)

TANTANGAN GURU ABAD 21
Guru pada abad 21 dan abad selanjutnya ditantang untuk melakukan akselerasi terhadap perkembangan informasi dan komunikasi. Pembelajaran di kelas dan pengelolaan kelas, pada abad ini harus disesuaikan dengan standar kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Menurut Susanto (2010), terdapat 7 tantangan guru di abad 21, yaitu :
1.      Teaching in multicultural society, mengajar di masyarakat yang memiliki beragam budaya dengan kompetensi multi bahasa.
2.      Teaching for the construction of meaning, mengajar untuk mengkonstruksi makna (konsep).
3.      Teaching for active learning, mengajar untuk pembelajaran aktif.
4.      Teaching and technology, mengajar dan teknologi.
5.      Teaching with new view about abilities, mengajar dengan pandangan baru mengenai kemampuan.
6.      Teaching and choice, mengajar dan pilihan.
7.      Teaching and accountability, mengajar dan akuntabilitas.

Lebih lanjut, Yahya (2010) menambahkan tantangan guru di Abad 21 yaitu:
1.      Pendidikan yang berfokus pada character building
2.      Pendidikan yang peduli perubahan iklim
3.      Enterprenual mindset
4.      Membangun learning community
5.      Kekuatan bersaing bukan lagi kepandaian tetapi kreativitas dan kecerdasan bertindak (hard skills- soft skills).
Guru yang mampu menghadapi tantangan tersebut adalah guru yang profesional yang memiliki kualifikasi akademik dan memiliki kompetensi-kompetensi antara lain kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial yang kualifaid.
a.      Kompetensi profesional
Kompetensi profesioanal sekurang-kurangnya meliputi :
1.      Menguasai subtansi bidang studi dan metodologi keilmuannya
2.      Menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi
3.      Menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran
4.      Mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi
5.      Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas

b.      Kompetensi pedagogik
Kompetensi pedagogik sekurang-kurangnya meliputi:
1.      Memahami karakteristik peserta didik dari aspek fisik, sosial, kultural, emosional, dan intelektual
2.      Memahami latar belakang keluarga dan masyarakat peserta didik dan kebutuhan belajar dalam konteks kebhinekaan budaya
3.      Memahami gaya belajar dan kesulitan belajar peserta didik
4.      Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik
5.      Menguasai teori dan prinsip belajar serta pembelajaranYang mendidik
6.      Mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran
7.      Merancang pembelajaran yang mendidik
8.      Melaksanakan pembelajaran yang mendidik
9.      Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran

c.       Kompetensi  kepribadian
Kompetensi kepribadian sekurang-kurangnya meliputi:
1.      Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa
2.      Menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan sebagai teladan bagi peserta didik dan masyarakat
3.      Memiliki sikap, perilaku, etika, tata cara berpakaian, dan bertutur bahasa yang baik
4.      Mengevaluasi kinerja sendiri
5.      Mengembangkan diri secara berkelanjutan

d.      Kompetensi sosial
Kompetensi sosial sekurang-kurangnya meliputi:
1.      Berkomunikasi secara efektif dan empatik dengan peserta didik, orang tua peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan dan masyarakat
2.      Berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan di sekolah dan masyarakat
3.      Berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan di tingkat lokal, regional, nasional dan global
4.      Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri
5.      Memiliki sikap, perilaku, etika, tata cara berpakaian dan bertutur bahasa yang baik

Guru yang profesional selain memiliki empat kompetensi tersebut di atas, menurut Prof.Dr.Haris Supratno memiliki ciri-ciri profesional sebagai berikut.
1.      Memiliki wawasan global holistik
2.      Memiliki daya ramal ke depan
3.      Memiliki kecerdasan, kreatifitas dan Inovasi
4.      Memiliki kemampuan bermasyarakat
5.      Menguasai IPTEK
6.      Memiliki jiwa dan wawasan kewirausahaan
7.      Memiliki akhlakul karimah
8.      Memiliki  keteladanan
9.      Bekerja secara efisien dan efektif
10.  Menguasai bahasa asing

 PERANAN GURU ABAD 21
Tuntutan dunia internasional terhadap tugas guru memasuki abad ke-21 tidaklah ringan. Guru diharapkan mampu dan dapat menyelenggarakan proses pembelajaran yang bertumpu dan melaksanakan empat pilar belajar yang dianjurkan oleh Komisi Internasional UNESCO untuk Pendidikan, yaitu :
§  learning to know
§  learning to do
§  learning to be
§  learning to live together
Jika dicermati keempat pilar tersebut menuntut seorang guru untuk kreatif, bekerja secara tekun dan harus mampu dan mau meningkatkan kemampuannya. Berdasarkan tuntutan tersebut seorang guru akhirnya dituntut untuk berperan lebih aktif dan lebih kreatif.
1.      Guru tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan sebagai produk, tetapi terutama sebagai proses. Dia harus memahami disiplin ilmu pengetahuan yang ia tekuni sebagai ways of knowing. Karena itu lebih dari sarjana pemakai ilmu pengetahuan tetapi harus menguasai epistimologi dari disiplin ilmu tersebut.
2.      Guru harus mengenal peserta didik dalam karakteristiknya sebagai pribadi yang sedang dalam proses perkembangan, baik cara pemikirannya, perkembangan sosial dan emosional, maupun perkembangan moralnya.
3.      Guru harus memahami pendidikan sebagai proses pembudayaan sehingga mampu memilih model belajar dan sistem evaluasi yang memungkinkan terjadinya proses sosialisasi berbagai kemampuan, nilai, sikap, dalam proses memperlajari berbagai disiplin ilmu.

Lebih jauh, dikemukakan pula tentang peranan guru yang berhubungan dengan aktivitas pengajaran dan administrasi pendidikan, diri pribadi (self oriented), dan dari sudut pandang psikologis.
§  Dalam hubungannya dengan aktivitas pembelajaran dan administrasi pendidikan, guru berperan sebagai :
1.      Pengambil inisiatif, pengarah, dan penilai pendidikan
2.   Wakil masyarakat di sekolah, artinya guru berperan sebagai pembawa suara dan kepentingan masyarakat dalam pendidikan.
3.      Seorang pakar dalam bidangnya, yaitu menguasai bahan yang harus diajarkannya.
4.      Penegak disiplin, yaitu guru harus menjaga agar para peserta didik melaksanakan disiplin.
5. Pelaksana administrasi pendidikan, yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik.
6.  Pemimpin generasi muda, artinya guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan.
7.      Penterjemah kepada masyarakat, yaitu guru berperan untuk menyampaikan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.

§  Di pandang dari segi diri pribadinya (self oriented), seorang guru berperan sebagai :
1. Pekerja sosial (social worker), yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
2.  Pelajar dan ilmuwan, yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya.
3.      Orang tua, artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah.
4.     Model keteladanan, artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh mpara peserta didik.
5.    Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya.

§  Dari sudut pandang secara psikologis, guru berperan sebagai :
1.  Pakar psikologi pendidikan, artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi pendidikan dan mampu mengamalkannya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik.
2.   Seniman dalam hubungan antarmanusia (artist in human relations), artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antarmanusia, khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan.
3.      Pembentuk kelompok (group builder), yaitu mampu membentuk atau menciptakan kelompok dan aktivitasnya sebagai cara untuk mencapai tujuan pendidikan.
4.   Catalyc agent atau inovator, yaitu guru merupakan orang yang yang mampu menciptakan suatu pembaharuan bagi membuat suatu hal yang baik.
5.  Petugas kesehatan mental (mental hygiene worker), artinya guru bertanggung jawab bagi terciptanya kesehatan mental para peserta didik.

Dari uraian di atas, ada beberapa hal yang akan di jadikan bahan diskusi:
1.     Apakah metode yang diterapkan dalam kurikulum 2013 sudah tepat sasaran untuk pembelajaran abad 21 ?
2.     Bagaimana mengatasi hambatan yang ditemui dalam pembentukan karakter peserta didik?
3.    Literasi sering sekali dijadikan sebagai salah satu cara untuk menghadapi pendidikan abad 21, jika dilihat dari segi efisiensi, bisa jadi itu salah satu solusi, bagaimana dari segi efektifitasnya?

REFERENSI:
https://silabus.org/kompetensi-guru-abad-21/

10 komentar:

  1. Hallo ibu reni, salam hangat
    Saya ingin nemaparkan jwaban pada point 2, mungkin hambatan yang ditemukan dlm pembentukan karakter pada peserta didik di abad 21 dgn berbagai macam perkembangan tekhnology yaitu : Peserta didik slalu berketergantungan dgn teknology, misalnya tugas dsb slalu terpaku pada internet/google yg tdk jlas sumber dan penulisnya (exc.web book). Belum lgi terpengaruh oleh sosial media yg dpat membuat peserta didik malas belajar dan membuka buku, ataupun mengulas kembali KBM yg tlah dipelajari d skolah.
    Terimakasih.

    BalasHapus
  2. Saya tertarik untuk menjawab permasalahan nomor 3 mengenai efektitas nya..
    Literasi adalah hal penting dan sangat dituntut untuk menunjang pembelajaran abad 21. Menurut saya belum efektif, karena keterbatasan fasilitas buku buku sumber disekolah

    BalasHapus
  3. Salah satu pendekatan yg sangat ditekankan didalam kurikulum 2013 adalah pendekatan saintifik yg menggunakan tahapan 5M, saya rasa hal ini sangat erat kaitannya dg pembelajaran abad 21 yg mengarahkan ke pemakaian TIK dan 4C. Literasi yg juga merupakan salah satu kegiatan yg wajib dilaksanakan didalam k13 dapat lebih dioptimalkan, namun terkadang kurang efektif karena kurangnya sarana pendukung salah satunya adalah buku siswa..
    Terima kasih reni utk artikel ini...
    Sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sangat setuju dengan pendapat saudari Vira Idayesi. kurikulum 2013 sangat bagus dalam konsepya. namun pada pelaksanaannya masih banyak dijumpai kendala sehingga proses pembelajaran belum sesuai dengan pendekatan yang diharapkan

      Hapus
  4. Baik saya akan menambahkan pembahasan nomor 1, dalam pembelajaran abad 21 sumber belajar bersumber dari berbagai sumber, terutama memanfaatkan perkembangan teknilogi. pada k13, siswa diharapkan berperan aktif dan guru bertindak sebagai fasilitator tidak lagi menjadi sumber utama dalam mentrasfer ilmu, jadi saya kira k13 sangat tepat, tapi masih perlul ada perbaikan pada proses pembelajaran agar tepat sasaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sependapat dengan apa yang di paparkan sdri humairah ..

      Hapus
  5. pertanyaan no 1. menurut saya sudah karena pembelajaran saat ini adalah berpusat pada siswa(guru hanya sebagai fasilitator)

    BalasHapus
  6. menurut saya k 13 sudah sangat tepat sekali dan relevan dengan pemebaljaran abad 21, karena seperti yang kita ketahui bahawa kurikulum 2013 lebih menekankan ada konsep 5M yng dilakukan oleh siswa (saintifik) dan berorientasi sepenhunya pada siswa, guru hanya fasilitator. hal ini sangat sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad 21 saat ini
    terima kasih
    artikelnya santa bagus
    sangat bermanfaat

    BalasHapus
  7. Artikel yang sangat menarik saudari Reni. Apakah metode yang diterapkan dalam kurikulum 2013 sudah tepat sasaran untuk pembelajaran abad 21 ? Secara teori sudah tepat sasaran hanya saja terkadang dalam pelaksanaan yang belum efektif. Terima kasih

    BalasHapus
  8. saya akan menanggapi pertanyaan no 2 tentang cara mengatasi hambatan yang ditemui dalam pembentukan karakter peserta didik yaitu guru harus tahu cara menilai siswa yang memiliki karakteristik yang berbeda dan tingkat kemampuannya juga berbeda.

    BalasHapus

Model Pembelajaran Quantum

MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM        Pada hakikatnya , pembelajaran adalah usaha sadar bagi seorang guru untuk membelajarkan peserta did...